Corong Oposisi

Latest Post

Bima,Corong Oposisi.
Pengerjaan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Yang bernilai ratusan juta rupiah di sinyalir di kerjakan tidak berdasarkan SOP dan tidak transparansi. 
Hasil pantauan wartawan Corong Oposisi Dan LSM menuai banyak keganjalan, salah satunya melanggar UU Keterbukaan Informasi Publik dan dugaan penyalah gunaan wewenang oleh Kepala Sekolah SMPN 5 Woha. Atas nama saudara Muslim, S.Pd. 

Pasalnya, kayu dan material lainnya tidak sesuai spek dan juklas - juklis. 
" Dan ini resmi akan kami laporkan besok di Kejari Raba Bima. " Tegas Moelyono yang bertindak sebagai Direktur Eksekutif LSM Indonesian Transparency Public ( INTRALIC) Waktu kami temui di ruang lobi Kejari Raba Bima. O3/08.

Dan saya mendesak kepada seluruh LSM , Akrivis dan rekan - rekan pers untuk bersaru padu dalam menuntaskan masalah ini , sampai pada kekuatan hukum tetap. "Tambahnya.'

Di tempat terpisah pak Muslim, S.Pd yang bertindak sebagai Kepala Sekolah sekaligus penanggung jawab, mengatakan. " Bahwa itu baru permulaan pekerjaan , belum pada tahap inti, Bantahnya , waktu di hubungi via handphone. 03/08. (Co2).

Bima,Corong Oposisi. Menyikapi Isu politik yang kian berhembus kencang pada Pilkada Kabupaten Bima Periode 2020 - 2025. Tokoh muda dan politisi senior ini pun angkat bicara. 
"Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati lainnya. 

Melihat realitas politik yang berkembang dan pola strategi politik yang di menej, maka saya bisa predikskikan Hj.Indah Damayanti Putri ( IDP ) akan memenangi lagi konstlasi Pilkada ini, bahkan suaranya jauh lebih tinggi jika di bandingkan periode sebelumnya. Pasalnya, selain koalisi partai gemuk, antusias dan tekad serta simpatisan masyarakat yang makin hari makin meggemuruh. " Ujar Fahri, S.Sos. (15/07)

Katakanlah tadi, saat pagelaran konvoi di beberapa kecamatan, terlebih di kecamatan Woha sebagai Kecamatan Binaannya, masyarakat sejak pagi berderet di depan jalan, guna menanti kehadiran Istri mendiang Putra Mahkota, Almarhum H.Ferry Zulkarnain, ST yang pernah menjabat mrnjadi Bupati Bima Dua Periode. " Isak Tanggis tetuah adat, nenek, kakek saling bersautan kala berada di samping dae dinda, bahkan afa yang menitikan air mata kala di peluk serta di cium tanganya oleh Bupati Bima aktif ini. "Sambung Teta Putra, sapaan akrabnya. Waktu kami temui depan Masjid Desa Risa. 

" Dengan tidak mendahului titah Allah SWT, maka dengan melihat realitas politik yang berkembang maka saya bisa pastikan IDP menang telak di semua Kecamatan, terlebih di Kecamatan binaan saya, yakni ibu kota Kabupaten Bima.

" Prestasi ini tentunya sebagai cambuk bagi kita, Tim, Kader, Relawan, Simpatisan Dan semua sayap politik IDP untuk ekstra kerja lebih keras lagi. " Pungkas Fahri." (Co1)



Bima, Corong Oposisi. Convoy Perdana Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri (IDP) Di sambut haru dan isak tanggis masyarakat yang sedari pagi menanti kehadiran Istri dari mendiang Raja Bima, Almarhum H.Fery Zulkarnain, ST. Konvoi yang di gelar pukul 12 : 00 Dari Bandara Muhammad Salahudin Bima, lalu mengelilngi Desa Belo dan  Woha ini cukup memdapat apreasiasi positif dari berbagai lapisan masyarakat, hasil pantauan langsung Crew Redaksi Corong Oposisi, Hampir di seluruh Desa blusukannya, nampak deretan masyarakat sepanjang jalan guna menemui Umi Dinda (Sapaan Akrabnya), Hanya untuk memeluk dan menjabat tangan serta minta foto bareng Bupati muda yang lebih di kenal bijak dan low profile ini. " Kami menaruh harapan besar terhadap Umi Dinda, untuk melanjutkan kepemimpinannya , dan kami merasakan banyak hal positi dan manfaat bagi peningkatan ekonomi kami di bawah panji kepemimpinan Dae Dinda. " Ujar sepasang suami istri asal Desa Risa penuh haru. 15/07.

Begitu juga adegan dan harapan yang sama terucap dari mulut warga di desa lainnya. " Prinsip dan tekad kami untuk bersama - sama memenangkan Umi Dinda tidak mampu lagi digoyahkan, dan semoga Allah merestui perjuangan kita semua. Do'a Aminah (46 Tahun) Asli Rabakodo.
Dan di sambut oleh senyuman merekah dari IDP, sembari berpesan. " Kalah menang itu sudah ketentuan Allah, dan jika ada yang memfitnah kita, maka jangam di balas fitnah, cukup doain yang terbaik buat mereka. " Pesan Umi Dinda menutup komunikasi. (C01)


Bima-Corong Oposisi; Pertarungan politik di Kab.Bima kian hari kian memanas mengingat pilkada Kabupaten Bima hampir dipastikan akan berlangsung pada bulan Desember 2020. figur Dinda-Dahlan (DILAN) selaku bakal calon Bupati dan wakil Bupati Bima yang berstatus  petahana yang akan maju kembali merebutkan posisi EA 1 dan EA 2 di Kabupaten Bima tentunya mendapat perlawanan sengit dari rifal politiknya.

Selaku petahana tentunya DILAN memiliki prestasi yang diraih dan di banggakan yg  dapat dijual selama memimpin lima tahun ini, dan begitu pula sebaliknya ada hal yg belum mampu dituntaskan selama kepemimpinan akan menjadi pintu masuk bagi lawan politik sehingga menjadi batu sandungan buat melenggang mulus kepucuk pimpinan Kabupaten Bima.

Beberapa hal yang membuat Dinda-Dahlan melejit dan meninggalkan saingan politik lainnya, yakni pertama, prestasi Dinda - Dahlan yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara berturut-turut,  predikat ini tentunya tidak diperoleh dengan mudah harus melalu pemerintah yang bersih A(Clean Government), dan tata kelola pemerintahan yang baik, tentunya sebagai masyarakat merasa bangga atas prestasi IDP - Dahlan dalam memperoleh opini WTP.

Aspek kedua, fitnah yang dialamatkan pada Dinda - Dahlan secara pribadi dan keluarga selama memimpin menjadi perhatian serius bagi masyarakat apakah benar apa tidak, mulai isu korupsi, kolusi dan nepotisme selama menjalankan roda pemerintahan ternyata tidak terbukti ditandai dengan adanya opini WTP dari BPK secara berturut-turut, sehingga melahirkan empati dan simpati yang mendalam kepada kedua pemimpin EA1 ini.

Aspek ketiga, ujaran kebencian yang yg di alamatkan kepada Dinda - Dahlan melalui postingan media sosial dengan kata - kata kasar akhir ini mendapat perhatian khusus bagi masyarakat terkhusus bagi masyarakat pencinta Dinda - Dahlan dengan mengambil langkah yg tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut bukan malah balik menyerang pihak lawan politik dengan cara yang sama, realitas di lapangan ternyata masyarakat tidak menginginkan cara - cara yang tidak beradab dalam melakukan akrobat politik termasuk ujaran kebencian dan lain - lainnya. Sebagai bukti akhirnya ini begitu banyak pendukung/loyalis dan bahkan tim relawan calon lain yang migrasi secara besar-besaran ke IDP - Dahlan di berbagai Desa dan Kecamatan di wilayah Kabupaten Bima, kebanyakan masyarakat beralasan bahwa Dilan adalah pemimpin yang baik tidak harus diperlakukan seperti itu yg ada dimedsos dengan kata - kata kasar. " Tutup salah satu alumni tetbaik Kota Daeng ini. (04/06).

Opini : Haerullah, SKM., M.Kes., MH.
Editor : R.Moelyono Masjrun

Bima, Corong Oposisi – Kasus Dugaan Penghinaan dan ujaran kebencian yang dilontarkan oleh pemilik akun Face Book ( FB) Hamdiaputra Panglima Shoky yang di duga di arahkan terhadap Bupati, Wakil Bupati dan DPRD beberapa waktu lalu menuai reaksi keras dari masyarakat.

Menyusul pernyataan yang sama sekaligus tantangan yang dilontarkan oleh pemilik akun Face Book (FB) Riyan Fals, tertanggal 31 Mei 2020.

Hari ini, Selasa (2/6-20) tidak kurang dari 110 warga dari berbagai elemen dan Kecamatan mendatangi Makopolres Bima Kabupaten di Panda untuk melaporkan secara resmi dua akun tersebut.

Azhar, SE yang bertindak sebagau Kepala Desa Tente, sekaligus ipar Wakil Bupati Bima menjadi pelapor akun HPS.

Sementara Fahri, S.Sos ketua Tim Kecamatan Woha dari Bakal calon Paslon Bupati Bima, yakni Hj.Indah Damayanti Putri (IDP) dan Drs. H. Dahlan M.Noor, M.Pd, melaporkanakun RF. (02/06).

Azhar kepada sejumlah awak media menegaskan, laporan ini untuk segera di tindak lanjuti. “Laporklan ini mengatas namakan sebagai keluarga Wakil Bupati Bima, sekaligus sebagai bawahan Bupati dan Wakil Bupati Bima. Kami berharap rekan - rekan dari Korps Kepolisian Republik Indonesia agar segera menemukan pelakunya,” Tegas Ketua Asosiasi Kades se Kecamatan Woha ini.

Di tempat yang sama Fahri atau yang lebih akrab dengan sapaan Teta Putra, menegaskan, bahwa langkah yang dilalui ini merupakan langkah paling tepat untuk meredam emosi masyarakat pro pemerintah.

Kata dia, “Karena, jika tidak segera kami laporkan maka kita kuatir akan ada muncul reaksi dan tindakan hakim sendiri,” ujar Teta.

Sebagai warga masyarakat yang taat pada pemimpin sekaligus pihak yang dirugikan, Teta juga mendesak agar kasus ini disikapi sigap. “Diharapkan agar kami tidak akan menunggu terlalu lama,” tegas sosok low profile ini.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Iptu Adhar, S.Sos ditemui di ruanganya menjelaskan, kasus yang dilaporkan hari ini akan segera dipelajari. “Nanti kita pelajari, sementara pelapor maih menyelesaikan proses BAP oleh anggota,” ujarnya.

Ikut dalam rombongan tersebut, sejumlah kades, sekdes dan tokoh pemuda dari seluruh kecamatan serta perwakilan Gender IDP. (M1#)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget